Siapa yang tidak mengetahui Taylor Swift?
Saat ini, terutama di tengah gemparan Eras Tour, banyak sekali orang yang mendengarkan lagu Taylor Swift. Musisi hebat yang memiliki penggemar di seluruh penjuru negeri, Singer-songwriter yang sudah mencapai banyak sekali nominasi. Taylor tidak hanya membuat lagu, ia bercerita melalui lagunya sehingga banyak orang menyukai dan meresapi lirik yang ia buat. Musisi yang lahir di 1989 ini sudah tertarik dengan musik sejak usianya masih 9 tahun. Ia melalui banyak sekali perjalanan untuk bisa sampai di titik ini. Hingga saat ini, ada sekitar 10 album yang Taylor sudah rilis. Diantaranya ada Taylor Swift(2006), Fearless(2008), Speak Now (2010), Red(2012), 1989(2014), Reputation(2017), Lover(2019), Folklore(2020), Evermore(2020), Midnights(2022). Bagaimana sebenarnya awal perjalanan Taylor? Apa yang membuatnya sangat disukai oleh banyak orang? ayo kita jelajahi bersama dunia musik Taylor!
Awal dari langkah Taylor
Taylor ternyata sempat mengikuti kegiatan teater, pertunjukan musikal dan belajar akting sebelum ia memasuki industri musik. Dari situlah dia mulai mengasah secara perlahan bakat yang ia miliki. Taylor sempat mendapat penolakan di awal karier musiknya tapi ia terus memperluas jangkauan bakatnya dengan mempelajari gitar dan instrumen lainnya, ia menaikkan kualitas musik yang ia bawakan. Dalam musiknya, Taylor memang tidak banyak menggunakan nada tinggi seperti beberapa penyanyi lain, tapi ia memiliki gaya bernyanyi sendiri dan berhasil membuat banyak orang tertarik dengan gaya musiknya. Vokalnya yang terdengar tegas dan berani namun terasa menyentuh hati, ditambah dengan iringan instrumen dan cerita yang ia bawakan di setiap lagu.
Tidak Menyerah Dan Berani Bersuara
Dalam setiap langkah yang ia ambil, ada banyak komentar buruk, perlakuan tidak pantas dan kontroversi yang Taylor dapat. Meski begitu ia tidak pernah menyerah, bahkan ia menjadikan komentar-komentar negatif itu sebagai inspirasi lagu berikutnya. Termasuk salah satu album fenomenal Taylor Swift, Reputation. Album ini membuat Taylor seolah membungkam orang-orang yang selama ini menghujatnya. Lirik dan nada yang berani, genre musik yang menyegarkan, Taylor benar-benar memulai comeback yang luar biasa dari album ini. Dalam album 1989 Taylor juga merilis beberapa lagu yang menyuarakan bahwa tindakan dan omongan buruk dari orang lain hanyalah batu loncatan baginya untuk menjadi lebih baik.
"I could build a castle out of allthe bricks they threw at me"- New Romantics(1989), Taylor Swift
Cara Taylor Mengapresiasi Orang lain
Taylor selalu memperlakukan swifties dengan baik. Bahkan ia memiliki salah satu program dimana ia memilih beberapa swifties untuk diundang ke rumahnya. Acara atau program ini bernama 'Listening Party/Secret Session', dimana swifties yang diundang ke rumahnya dipersilakan untuk mendengarkan lagu dari album baru miliknya. Dalam acara penghargaannya, Taylor biasa datang lebih awal untuk memberi makanan dan minuman kepada swifties yang datang ke sana. Selain memperlakukan fans nya dengan baik, ia juga menyalurkan beberapa donasi dan pesan-pesan untuk beberapa orang yang ia pedulikan melalui lagunya. Ia juga sangat peduli dengan teman-temannya, tak jarang ia membagikan lagu milik teman-temannya melalui sosial media.
“No matter what happens in life, be good to people.
Being good to people is a wonderful legacy to leave behind.” ―
Mengembalikan Albumnya Dengan Taylor's Version
Akhir-akhir ini, Taylor membuat pengumuman bahwa ia akan merilis album 1989 Taylor's Version pada 27 Oktober. Ada banyak album spektakuler yang ia buat, tapi apa yang membedakan album taylor's version dengan album yang lain?
Taylor's version (versi taylor) merupakan langkah Taylor untuk mengembalikan hak kepemilikan untuk albumnya. Pada saat remaja, Taylor sempat menjalin kontrak dengan Big Machine Records, Scooter Braun membeli Big Machine Record sehingga kepemilikan album master Taylor berada di tangannya. Untuk mengembalikan haknya, Taylor merekam ulang dan merilis ulang albumnya dengan tanda Taylor's Version. Itulah mengapa banyak swifties yang menghimbau pendengar Taylor Swift untuk hanya mendengarkan album Taylor's Version.
"When something says in parentheses Taylor's Version next to it that means i own it! which is exciting" -Taylor Swift
Terus Melangkah dan Belajar
Taylor terus melangkah dan belajar dari kesalahannya. Meski sudah memiliki nama besar sebagai seorang penyanyi dan lagunya sendiri, ia tetap sering melakukan kolaborasi dengan penyanyi lainnya. Ia juga mendengarkan kritik dan saran dari orang lain. Seperti saat Snow On A Beach (feat. Lana Del Rey) rilis, banyak yang kecewa lantaran bagian yang dinyanyikan oleh Lana sangat sedikit. Kemudian Taylor merilis kembali lagu ini dengan bagian Lana yang lebih menonjol. Lagu ini kemudian dinamakan Snow On A Beach (feat. more Lana Del Rey).
Totalitas dalam Karirnya
Taylor selalu membuat MV dan konsernya dengan totalitas. Kualitas suara, editing dan cerita dalam MV yang ia buat berhasil mendapat banyak sorotan. Dalam konsernya juga ia selalu memberikan penampilan terbaiknya, Taylor memenuhi konser eras tournya yang berdurasi sekitar 3 jam, menyanyikan 44 lagu miliknya dengan semarak. Bahkan saat hujan, Taylor tetap bernyanyi dan menjalani konser seperti biasa seolah menerjang badai. Dengan pembawaan lagunya yang menjiwai, panggung yang memberikan banyak efek tambahan dan penonton yang tak kalah semangat membuat konser Eras Tour menjadi konser yang sangat berkesan untuk swifties.
“Words can break someone into a million pieces, but they
can also put them back together. I hope you use yours for good,because the only words you'll regret more than the ones left unsaid are the ones you use to intentionally hurt someone.”―